Sabtu, 25 April 2009

franchise as a tool to gain wealth and experience? so let's come to Franchise Holic Expo to know the answer

apakah persamaan dari mcdonald, tela-tela, kebab turki baba rafi, panorama tours, pisang ijo aladin, Starbucks coffee, english first, veneta system, ray white, ILP, circle K? yap benar semuanya adalah bisnis waralaba (franchise).

franchise adalah model bisnis yang sedang berkembang di Indonesia. dari segi pelaku usaha, mereka ingin melakukan ekspasnsi bisnis tanpa mengeluarkan investasi yang besar, solusinya adalah mereka membuat sistem yang membuat investor dapat membeli dan menggunakan sistem bisnis yang mereka buat. imbal balik bagi franchisor (pihak yang mengeluarkan sistem bisnis) adalah ekspansi bisnis, branding dan pendapatan tetap dari fee.

franchise di Indonesia sangat bervarisi dari segi industri maupun dari besar investasi yang ditanamkan, bahkan calon franchisee dapat memilih lokal atau nonlokal. tergantung dari kemampuan dan interst para calon franchisee untuk memlih yang sesuai.

apabila anda ingin berinvestasi dengan return yang tinggi diatas suku bunga deposito, menyalurkan hobi berbisnis tanpa mau repot membuat sistem dan mendapatkan pengalaman bisnis. maka membeli franchise adalah salah satu dari opsi terbaik.

keuntungan berinvestasi dengan franchise adalah sebagai berikut :
1. pendapatan yang sudah diperhitungkan
2. sistem yang sudah ada dan teruji
3. support maupun konsultasi bisnis dari franchisor
4. kemudahan start up
5. pengalaman menjalankan bisnis riil
6. variasi bisnis yang dapat dipilih sesuai kemampuan franchisee
7. produk/jasa yang sudah standar
masih banyak lagi benefit yang didapatkan dari franchise

sedangkan kekurangan dari sistem ini antara lain :
1. franchisee tidak memiliki kebebasan dalam sistem
2. kontrak yang mengikat
3. tidak ada jaminan
4. masih banyak franchisor yang tidak kompeten
kekurangan-kekurangan ini dapat diatasi apabila dari franchisee dapat menggunakan hak mereka dengan sebaik-baiknya kepada franchisor

maka untuk memilih mana yang akan diambil sebaiknya perhatikan regulasi dan aturan yang ditetapkan dranchisor, tanya apapun yang perlu anda tanyakan kepada mereka lihatlah apakah franchisor mempunyai kompetensi dalam menjalankan bisnis mereka sendiri. dan yang paling penting perhatikan kredibilitas dan reputasi franchisor anda dapat mengetahuinya dengan bertanya kepada orang-orang yg lebih dulu membeli fanchise tersebut.

bisnis apapun tidak akan berjalan dengan baik dan sukses apabila tidak didasari dengan komitmen, niat dan fokus dalam menjalankannya. jadi, membel franchise adalah sebuah pilihan menarik yang dapat diamlbil apabila anda ingin mendapatkan pengalaman dan menambah uang jajan anda.



originally posted for Franchise Holic Expo 2009 http://www.facebook.com/note.php?note_id=105241817424&ref=mf

Kamis, 16 April 2009

“Economicsfornoneconomics” in commodity value

Apa yang terbayangkan apabila kita membicarakan sebuah kata komoditas? Mungkin terbayang adalah hasil produksi olahan maupun non olahan yang berasal dari tangan-tangan manusia. Teh, kopi, kina, kedelai, gandum, minyak, CPO, rempah dll adalah hanya sebagan kecil dari komoditas penting di Indonesia. Mungkin inilah sebabnya mengapa banyak bangsa eropa berusaha menjelajah ke belahan dunia untuk mencari komoditas yang tidak ada di dataran mereka.

Komoditas dapat menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi di Negara manapun juga, tergantung dari bagaimana Negara tersebut mengatur regulasi yg dapat memenangkan tangn-tangan yang bersentuhan langsung dengan komoditas tersebut. Sebut saja china, mereka focus kepada komoditas unggulan mereka untuk produk manufaktur dan produk perikanan. Malaysia dan Thailand dengan mantap dan percaya diri juga memfokuskan Negara mereka pada komoditas jasa pariwisata. India dengan produk "human capital" yang tersebar di berbagai belahan dunia dan mengisi jajaran eksekutif perusahaan, ini juga salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan.negara-negara timur tengah dapat menjadi kaya raya dan makmur karena produksi minyak mentah mereka. Bahkan Negara seperti brazil menjadi Negara pengekspor kopi terbesar di dunia. Dan jangan lupakan uni eropa dan amerika serikat dalam kancah di pasar komoditas.

Komoditas mempunyai sebuah nilai, yang membuat menjadi sebuah hal yang berharga. Chicago board of trade, new York mercantile exchange, London metal exchange adalah sebagian kecil dari bukti bahwa sebuah komoditas, bahkan sebuah kontrak dapat menjadi sebuah nilai. Harga adalah implikasi dari sebuah nilai tentu saja harga dari komoditas adalah hal yang benar-benar melihat ke sisem pasar modern, sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan.

Bagaimana dengan Indonesia yang mempunyai hamper semua resources tersebut, dimana CPO, teh, kopi, emas, minyak, dan berbagai potensi yang ada. Melihat dari apa yg Negara lain fokuskan, teorinya kita dapat bersanding dengan baik dan unggul berkompetisi di pasar komoditas, tanpa melihat faktor X. X inilah yang membuat teori tidak dapat berjalan menjadi sebuah teori praktis yg benar-benar terjadi. Kerjasama internasional dibutuhkan juga untuk penyebaran komoditas dan secara efektif.

Apa yang menjadi faktor X tersebut? Apakah kreatifitas dari sebuah manusia juga dapat menjadi sebuah menu komoditas?


 


 

http://economicsfornoneconomics.co.cc/

rianhafizblog2009