Sabtu, 25 April 2009

franchise as a tool to gain wealth and experience? so let's come to Franchise Holic Expo to know the answer

apakah persamaan dari mcdonald, tela-tela, kebab turki baba rafi, panorama tours, pisang ijo aladin, Starbucks coffee, english first, veneta system, ray white, ILP, circle K? yap benar semuanya adalah bisnis waralaba (franchise).

franchise adalah model bisnis yang sedang berkembang di Indonesia. dari segi pelaku usaha, mereka ingin melakukan ekspasnsi bisnis tanpa mengeluarkan investasi yang besar, solusinya adalah mereka membuat sistem yang membuat investor dapat membeli dan menggunakan sistem bisnis yang mereka buat. imbal balik bagi franchisor (pihak yang mengeluarkan sistem bisnis) adalah ekspansi bisnis, branding dan pendapatan tetap dari fee.

franchise di Indonesia sangat bervarisi dari segi industri maupun dari besar investasi yang ditanamkan, bahkan calon franchisee dapat memilih lokal atau nonlokal. tergantung dari kemampuan dan interst para calon franchisee untuk memlih yang sesuai.

apabila anda ingin berinvestasi dengan return yang tinggi diatas suku bunga deposito, menyalurkan hobi berbisnis tanpa mau repot membuat sistem dan mendapatkan pengalaman bisnis. maka membeli franchise adalah salah satu dari opsi terbaik.

keuntungan berinvestasi dengan franchise adalah sebagai berikut :
1. pendapatan yang sudah diperhitungkan
2. sistem yang sudah ada dan teruji
3. support maupun konsultasi bisnis dari franchisor
4. kemudahan start up
5. pengalaman menjalankan bisnis riil
6. variasi bisnis yang dapat dipilih sesuai kemampuan franchisee
7. produk/jasa yang sudah standar
masih banyak lagi benefit yang didapatkan dari franchise

sedangkan kekurangan dari sistem ini antara lain :
1. franchisee tidak memiliki kebebasan dalam sistem
2. kontrak yang mengikat
3. tidak ada jaminan
4. masih banyak franchisor yang tidak kompeten
kekurangan-kekurangan ini dapat diatasi apabila dari franchisee dapat menggunakan hak mereka dengan sebaik-baiknya kepada franchisor

maka untuk memilih mana yang akan diambil sebaiknya perhatikan regulasi dan aturan yang ditetapkan dranchisor, tanya apapun yang perlu anda tanyakan kepada mereka lihatlah apakah franchisor mempunyai kompetensi dalam menjalankan bisnis mereka sendiri. dan yang paling penting perhatikan kredibilitas dan reputasi franchisor anda dapat mengetahuinya dengan bertanya kepada orang-orang yg lebih dulu membeli fanchise tersebut.

bisnis apapun tidak akan berjalan dengan baik dan sukses apabila tidak didasari dengan komitmen, niat dan fokus dalam menjalankannya. jadi, membel franchise adalah sebuah pilihan menarik yang dapat diamlbil apabila anda ingin mendapatkan pengalaman dan menambah uang jajan anda.



originally posted for Franchise Holic Expo 2009 http://www.facebook.com/note.php?note_id=105241817424&ref=mf

Kamis, 16 April 2009

“Economicsfornoneconomics” in commodity value

Apa yang terbayangkan apabila kita membicarakan sebuah kata komoditas? Mungkin terbayang adalah hasil produksi olahan maupun non olahan yang berasal dari tangan-tangan manusia. Teh, kopi, kina, kedelai, gandum, minyak, CPO, rempah dll adalah hanya sebagan kecil dari komoditas penting di Indonesia. Mungkin inilah sebabnya mengapa banyak bangsa eropa berusaha menjelajah ke belahan dunia untuk mencari komoditas yang tidak ada di dataran mereka.

Komoditas dapat menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi di Negara manapun juga, tergantung dari bagaimana Negara tersebut mengatur regulasi yg dapat memenangkan tangn-tangan yang bersentuhan langsung dengan komoditas tersebut. Sebut saja china, mereka focus kepada komoditas unggulan mereka untuk produk manufaktur dan produk perikanan. Malaysia dan Thailand dengan mantap dan percaya diri juga memfokuskan Negara mereka pada komoditas jasa pariwisata. India dengan produk "human capital" yang tersebar di berbagai belahan dunia dan mengisi jajaran eksekutif perusahaan, ini juga salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan.negara-negara timur tengah dapat menjadi kaya raya dan makmur karena produksi minyak mentah mereka. Bahkan Negara seperti brazil menjadi Negara pengekspor kopi terbesar di dunia. Dan jangan lupakan uni eropa dan amerika serikat dalam kancah di pasar komoditas.

Komoditas mempunyai sebuah nilai, yang membuat menjadi sebuah hal yang berharga. Chicago board of trade, new York mercantile exchange, London metal exchange adalah sebagian kecil dari bukti bahwa sebuah komoditas, bahkan sebuah kontrak dapat menjadi sebuah nilai. Harga adalah implikasi dari sebuah nilai tentu saja harga dari komoditas adalah hal yang benar-benar melihat ke sisem pasar modern, sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan.

Bagaimana dengan Indonesia yang mempunyai hamper semua resources tersebut, dimana CPO, teh, kopi, emas, minyak, dan berbagai potensi yang ada. Melihat dari apa yg Negara lain fokuskan, teorinya kita dapat bersanding dengan baik dan unggul berkompetisi di pasar komoditas, tanpa melihat faktor X. X inilah yang membuat teori tidak dapat berjalan menjadi sebuah teori praktis yg benar-benar terjadi. Kerjasama internasional dibutuhkan juga untuk penyebaran komoditas dan secara efektif.

Apa yang menjadi faktor X tersebut? Apakah kreatifitas dari sebuah manusia juga dapat menjadi sebuah menu komoditas?


 


 

http://economicsfornoneconomics.co.cc/

rianhafizblog2009


 

Jumat, 27 Maret 2009

“economicsfornoneconomics”in trade market as a culture

“economicsfornoneconomics”in trade market as a culture

Pasar, apa yang kalian ketahui tentang pasar? Apakah pasar hanya sekedar tempat bertmunya penjual dan pembeli, dimana demand dan supply bertemu dan membentuk titik equilibrium. sebuah kata pasar dapat menjadi lebih kompleks dari yang seharusnya. Dimana sebuah konsep pasar itu sendirilah yang menjadi dasar teori marketing. Tapi yang saya bahas disini bukanlah sebuah pasar dari segi marketing dan ekonomi, karena sudah jelas atahanya kalau membahas pasar dari perspektif ilmu marketing dan ekonomi. Yang saya bahas disini adalah pasar dan budaya manusia.

“kalau mau beli elektronik di glodok aja, murah-murah tuh!”
“kalau mau beli kain di pasar baru aja ama org india disana”
“kalau mau beli produk pakaian jadi di tenabang aja, grosir terbesar”
“kalau mau beli saham ya di bursa efek”
Benarkah pertanyaan yang ada disini?

Apabila kita berbicara mengenai pasar local, sudah terbayang pasar yang becek bau dan kotor. Ya itulah potret pasar tradisional kita yang terkesan semrawut dan tidak ada aturannya. Namun pasar-pasar tersebut memberikan sebuah gambaran mengenai budaya. Sebuah stereotype yg lazim misalanya adalah pasar-pasar yang ada biasanya merpresentasikan etnis atau suku yg banyak terdapat didalamnya. Jadi terdapat stereotype yang berkembang di masyarakat mengenai pasar tradisional yang identik dengan budaya tertentu. Para penjual yang anda temui di pasar senen, glodok, pasar baru pasti berbeda dari asal dan cara mereka menjual barang, Sebuah fenomena menarik. Dan dalam konteks ini pun sebuah pasar tradisional mempunyai positioning mereka sendiri. Dari segi jumlah barang terdapat pasar retail dan grosir. Dan yang lebih spesifik lagi adalah setiap pasar mempunyai komoditas utama yang menjadi andalan. Dengan target market yang spesifik, sebuah pasar tetap dapat menjadi pilihan bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, pergeseran budaya dan pola pikir masayarakat mengantarkan pada perubahan kearah pasar modern

Pasar modern dengan berbagai skala usaha diklasifikasikan dari minimarket, supermarket, dan hypermarket. Pasar modern ini sudah mulai banyak menjamur di sini sebagai subtitusi dari pasar tradisional. Namun di pasar modern ini, budaya itu hilang yang ada hanyalah sebuah tempat dimana konsumen membutuhkan barang dan mereka menyediakan, sudah tidak ada lagi interaksi positif yang dibangun. Tapi kabar baiknya adalah pasar modern ini konsumen dapat memilih barang yang mereka mau dengan bebasa dan tidak perlu repot menawar harga yang ada, sekalai lagi tidak ada interaksi harmonis antara penjual dan pembeli. Pasar modern ini di Indonesia sendiri sebagai Negara berkembang menjadi sebuah kontroversi karena dianggap mematikan potensi pasar tradisional.

Lebih luas lagi apabila kita berbicara pasar global, Negara di dunia masih bergantung kepada Negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya maupun untuk menjual hasil produksi ke Negara lain, yang terjadi adalah simbiosis yang saling menguntungkan antar Negara. Maraknya ekspor dan impor membuat interaksi global terjadi dengan begitu cepat pada masa sekrang ini, apalagi dengan fasilitas internet yang membuat sgalanya lebih mudah dan efisien. Yang perlu diperhtikan dalam pasar global ini adalah perbedaan budaya yang jelas membuat gap antara penjual dan pembeli, sehingga masing-masing harus mengakomodir perbedaan tersebut, dan satu masalah yang sering terjadi adalah penipuan.

Zaman terus berkembang, manusia terus berpikir untuk maju, budaya berkembang dan implikasinya dapat dilihat dari sebuah pasar. Dari zaman pedagang-pedagang arab, china dan eropa yang mengarungi bumi untuk menjual komoditas mereka, sampai sekarang zaman perdagangan bebas dimana pedagang sudah tidak perlu bertemu langsung dengan konsumen hanya dengan internet dan terjadilah transaksi. Kompetisi yang ketat di pasar global dapat menjadi sebuah peluang besar bagi siapapun yang berhasil mengeksploitasinya.
“think and act glocally”




http://economicsfornoneconomics.co.cc/
Rianhafizblog2009

Selasa, 24 Februari 2009

“economicsfornoneconomics” in why we have to support our local industry?

Sekarang ini pemerintah Indonesia maupun di pemerintahan Negara lain sedang menggembor-gemborkan untuk menggunakan produksi dalam negeri sendiri, mengapa sih kita perlu menggunakan produk buatan dalam negeri?

Sebenarnya sebagai konsumen, anda tidak harus melulu dipusingkan oleh hal ini, karena preferensi dan daya beli andalah yg menentukan apa yg bisa/mau anda beli, dan anda mempunyai kekusaan penuh untuk memilih produk/jasa yg beredar di pasaran baik itu buatan dalam negeri, buatan luar negeri ataupun, merek luar negeri yg dibuat di dalam negeri. Tapi mari kita lihat dari perspektif yg berbeda.

Perdagangan global pada masa sekarang ini sedang mengalami masa yg suram, penyerapan hasil ekspor kepada negara2 maju mulai menurun, negara2 seperti china yg industrinya bergantung kepada ekspor kewalahan karena permintaan di pasar sudah menurun tajam, dan khususnya di Negara kita, industry garmen ataupun furnitur sudah merasakan dampak dari krisis global, karena kebanyakan permintaan berasal dari Negara importer garmen, dan seperti kejadian yg beruntun semuanya terjadi dengan begitu cepat. Efek domino mulai terasa. Dampak dari efek tersebut adalah Indonesia menjadi pasar tujuan Negara eksportir sperti china, dan pasar mulai dibanjiri oleh produk mereka, baik yg legal maupun illegal. Dan lebih parahnya produk mereka lebih murah dibandingkan produk lokal, sebuah perbandingan yg menciutkan.

Indonesia yg sebenarnya sudah menerapkan system pola industry yg baik namun tidak berorintasi ekspor, hanya mengandalkan pasar dalam negeri, dan kebanyakan industry berbasis ekspor mempunyai standar sendiri dalam pemilihan produknya,jadi anda tidak akan atau sulit mendapatkan udang grade 1 di sini karena semuanya diekspor, yg tersisa dan yg mempunyai grade lebih rendah itulah yg menjadi pasar dalm negeri. Yah negeri sisaan mungkin bisa dibilang. Dan seketika ketika pasar ekspor mereka hilang mereangsek jugalah ke dalam negeri yg membuat harga jatuh. Dan pada saat inilah peran dari konsumen dan pemerintah diharapkan untuk membantu pasar.

Jujur saja saya juga belum menggunakan dan memanfaatkan produk/jasa hasil karya anak bangsa secara maksimal, namun sekarang saya dapat lebih selektif lagi dalam memilih yg saya inginkan. Menurut departemen perindustrian produk dalam negeri adalah produk yg bahan bakunya minimal 50% buatan lokal. Ataupun meskipun brand lisensi internasional yg bahan bakunya 80% berasal dari dalam negeri. Jadi dapat disimpulkan kalau membeli produk dalam negeri bukan berarti melulu harus benar-benar asli Indonesia. Ini berlaku untuk semua bidang industry yg terdapat di Indonesia.

Apabila anda melakukan hal tersebut anda dapat berkontribusi besar sebagai masyarakat yang peduli terhadap industry dalam negeri. Dengan melakukan itu anda berkontribusi dalam menggerakan sector riil di dalam negeri , mengurangi pengangguran, menambah pemasukan Negara, dan mengembangkan industri untuk terus maju dan tumbuh di bawah orang lokal Indonesia. Bukan hanya kita tapi juga pemerintah dan para pengusaha akan terus survive di masa sekarang ini.


 


 

"let's support our local industry!"


 


 

"economicsfornoneconomics"

Rianhafizblog2009

Rabu, 21 Januari 2009

“economicsfornoneconomics” in passive VS active income

“economicsfornoneconomics” in passive VS active income

dalam bahasa secara harfiah artinya adalah pemasukan pasif dan aktif, apakah perbedaannya? Jelas saja berbeda sesuai tata bahasa jelasnya. oke rian, langsung aja ke penjelasannya.

Ada 3 orang, let’s say namanya tono, budi, dan amir. Tono si ulet, budi si santai, dan amir si enerjik (apaan sih?). suatu ketika mereka bertemu di sebuah hotel mewah di Jakarta, dan bercerita tentang kegiatannya masing-masing dan cara mereka mendapatkan penghasilan untuk makan dan menghidupi keluarga serta dirinya.begini ceritanya

Si TONO
Tono adalah seorang pekerja keras bergaji tinggi di perusahaan consumer goods ternama sebut saja uniklaper, ia mengawali karirnya sebagai seorang sales di daerahnya di jawa tengah, karena kerjanya yang keras akhirnya dalam waktu yang cukup singkat ia berhasil mendapatkan posisi bergengsi di perusahaan tersebut sebagai brand manager untuk sebuah produknya. Dan ia sekarang menikmati posisinya tersebut dan bercita-cita mendapatkan promosi mencapai general manager tingkat regional (whoooaa) dengan tujuan mendapatkan penghasilan dari gaji yang lebih besar, insentif yg lebih besar, tantangan kerja yang lebih besar dan waktu yang lebih sedikit, hei dia hanya punya waktu 24 jam.

Si BUDI
Budi adalah orang super malas dan santai, ia memulai hidup dewasanya dengan bebrapa bidang tanah sawah milik orang tuanya. Karena dia cerdas dan pandai memutar uang dia berkembang dangan membeli tanah sawah milik tetangganya juga yang akhirnya dia sewakan sehingga dia mempunyai penghasilan yang rata-rata stabil setiap bulannya, pada saat ini di hotel dia bercerita bahwa dia sudah memiliki 3 outlet waralaba minimarket yg bernama apamart, yang menjual barang2 produksi perusahaan si tono. Bahkan selain itu dia masih mempunyai portofolio investasi yang luas dari mulai tanah, saham, waralaba, bahkan bisnisnya sendiri yang dijalankan orang lain. Sehigga tujuannya untuk tetap hidup santai tetap tecapai karena yang dilakaukan hanyalah memutar dan megelola uang yang dimiliknya, bahkan ia bisa menyuruh manajernya untuk mengurus semua itu dan penghasilannya besar dari dari investasi tersebut dan waktu untuk keluarganya pun terasa banyak sekali.

Si AMIR
Amir si pintar mengawali karirnya sebagai seorang konsultan marketing di perusahaan mampus&lo yang berhasil menggapai title partner di firma konsultan tersebut, namun dia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut dan membuat perusahaan konsultan yang berbeda bernama Amirconsulting dan dia manejalankan usaha tersebut dari modal pengalaman dan uang yang ia dapat ketika bekerja di perusahaanya dulu, sekarang amirconsulting menjadi partner marketing unikleper, dia sebagai konsultan menyukai pekerjaannya dan pada akhirnya ia menginvestasikan uangnya untuk membuka perusahaan jasa logistic dan pengiriman barang. Diaman sekarang ia dapat menegrjakan tugas sebagai konsultan yang memberikan dia semangat karena tantangannya namun dia juga mendapatkan pemasukan yang besar dari bisnis jasa logistiknya tanpa dia harus full turun tangan menjalankan bisnisnya, karena dia sudah memperkerjakan orang yang kompeten di bidangnya.

Dan pada akhirnya mereka bertiga hidup bahagia selama-lamanya dan dapat meraih apa yang mereka impikan.


Jadi berdasarkan cerita ini, ada dua pertanyaan yang diajukan?
1. apakah tipe pemasukan dari ketiganya? Pasif atau aktif atau gimana?
2. anda pilih jadi syp?
Ayo silahkan jawab berdasarkan keinginan masing2, tidak ada yang benar atau salah disini. Dan mari kita berdiskusi secara sehat.

yang jawabannya menarik akan mendapatkan gimmick dari saya,hahahahahah




"economicsfornoneconomics"
rianhafizblog2009
http://www.economicsfornoneconomics.co.cc/

Rabu, 17 Desember 2008

“economicsfornoneconomics” in Bisnis Kaki Lima

Bisnis kaki lima bukanlah pedagang kaki lima (PKL), yang kalau kata cerita orang yg klo dikejar tramtib bakal lari sampai kakinya kelihatan ada lima makanya namanya kaki lima (what a joke)

Di Indonesia banyak sekali pedagang atau bisnismen yg menaruh lapak mereka bukan di toko ataupun tempat yg layak, tapi di pinggiran jalan di mana pun itu.

Di sini mari kita melihat dari segi si PKL itu dan mari kita sebut mereka bisnismen jadi bisnis kaki lima bukan pedagang yg menjual dan membeli barang. Dan jangan melihat dari sisi bkl yg selalu membuat kesemrawutan di jalan.

Di sini saya mau bererita tentang BKL2 yang ada di Bandung, sebut saja sop kaki kambing di jalan Banceuy dgn merek 999 yg bisa dilihat di setiap spanduk sop kaki kambing di jalan2 manapun, sebuah brand generik.

Kenapa saya mengambil studi kasus sop kambing banceuy, karena saya dan teman saya krisna dan karisma dibawah bendera beau consultant, mendapatkan tugas observasi kesana dan menganalisis apa yg mereka lakukan.

Dari segi bisnis dapat dilihat bahwa sop kaki kambing in mempunyai nilai ekonomi yg besar, dari satu tempat saja omzet satu hari mencapai 2-3 juta rupiah, dan mereka mempunyai 3 cabang lain di Bandung dan Cirebon, bayangkan perputaran uang yg terjadi dari sini, bayangkan juga perputaran uang di sseluruh outlet sop kaki kambing di bandung. Wooow fanatastis. Setelah saya menyelidik mereka ternyata pemilik sop kaki kambinng ini ada di brebes, dan hanya mendatangi tempat ini sewaktu-waktu saja, bayangkan orang tersebut tinggal tidur-tiduran di breber pakai celana kolor dan kaus kutang sambil kipas-kipasan pakai duit, tiap hari mungkin saja dia bisa mengantongi 3 juta/hari.

Dari segi manusianya, sop kaki kambing ini dapat menghidupkan dan mensejahterakan 6 orang karyawannya, yang tidak mempunyai system manajemen dan MSDM yg jelas, namun mereka melakukan itu atas dasar kepercayaan antar karyawan dan antar pemilik dgn karyawan. Jumlah sdm yang terserap dapat mengurangi angka pengagguran di daerahnya masing-masing

Dari segi hubungan bisnis, sop kaki kambing ini memerlukan bahan baku yg tidak sedikit, yaitu 60kg / hari daging + jeroan yang full lemak dan kolesterol namun tetap enak. Menghidupkan para supplier daging dan bahan-bahan utama mereka di sekitarnya, mambuat lading bisnis baru di sekitranya, jadi dapat memberikan pemasukan keuangan juga bagi orang-orang ataupun badan usaha yg berhubngan dengannya.

Sop kaki kambing ini hanyalah contoh dari sekian banyak sekali bisnis kaki lima di seantero kota, masih ada lg yg juga dipaparkan teman-teman saya yang lain seperti, usaha gorengan, bubur & nasi kuning, bebek goreng, indomie & roti bakar, sate, dan nasi timbel yang ternyata mempunyai laporan keuangan yang sangat mencengangkan dan bisa mambuat ngiler deh (ngiler makannya dan duitnya)


 


 


 

Menurut anda?

Factor-faktor apa sih yang membuat mereka bisa seperti itu?

Mengapa mereka stay seperti itu tidak melakukan perubahan?

Mereka orang lapangan yang tidak mengerti teori, apakah dengan mereka tahu teori dpat membuat lebih maju lagi?

Mari kita berdiskusi yang cerdas dan sopan


 


 


 

"economicsfornoneconomics"

Rianhafizblog2008

http://www.economicsfornoneconomics.co.cc/

Rabu, 10 Desember 2008

"economicsfornoneconomics" in fungsi manajemen dalam organisasi profit or non-profit

fungsi manajemen dalam organisasi profit or non-profit

dalam sebuah organisasi baik non profit maupun profit oriented, terdapat sebuah struktur dari organisasi tersebut yg membentuk sebuah sistem yg unik di dalam setiap organisasi
struktur dan visi dari organisasi tersebut dapat merepresentasikan budaya yang dibentuk (corporate culture) dan mempunyai berbagi fungsi-fungsi penting dalam kehidupan organisasi
sebuah profit oriented organization pada khususnya yang di bahas disini namun tetap relevan dgn non profit organization
betapa pentingnya fungsi manajemen diterapkan di organisasi, yang membuat sebuah acuan tehadap visi dan rencana-rencana strategis yg dibuat perusahaan
fungsi manjemen itu adalah manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen operasi, manajemen strategis (top level), entrepeneurship


manajemen pemasaran
komunikasi dan kreativitas disini sangat penting dalam menentukan marketing plan sebuah organisasi,,dalam perjalanannya tidak ada organisasi non profit yg dapat survive tanpa sponsor atupun donasi,,dan disinilah peran marketing dijalankan, dan pada organisasi profit marketing merupakan ujung tombak,karena marketer yg mempunyai akses langsung thd konsumen dan bertenggung jawab terhadap image perusahaan

manajemen sumber daya manusia
HR merupakan fungsional manajemen yg sedang berkembang pesat, sebuah organisasi arus menmpatkan sistem dari HR yg jelas, karena tanpa ada sumber daya manusia yg loyal dan kompeten sebuah organisasi dapat lumpuh dalam sekejap

manajemen keuangan
kebijakan finansial dapat meliputi banyak hal, sebuah organisasi harus dapat menerapkan strategi yg terukur mengenai finansial, karena finance adalah jantung dari organisasi yg terus membuat hidup, dan karena itulah kebanyakn masalah dari suatu organisasi adalah dari segi finansial karena berkaitan langsung dengan human interest factor

manajeman operasi
operasional organisasi umumnya berbeda-beda dan unik karena sangat tergantung dengan fokus maupun bidang usaha yg dijalankan,,baik jasa maupun produksi sistem operasi yg tepat dapat mengedepankan prisip efektif dan efisien


namun semua itu belum cukup karena masih harus ditopang oleh

Leadership
semua fungsional ini harus bekerja dan bekolaborasi satu sama, tanpa adanya leader yg kuat semuanya akan berjalan sendiri-sendiri dan membuat organisasi menjadi pecah, leader yg menyatukan semua

manajemen strategis
dalam level top management atau organisasi yg baru dibentuk, manajemen strategis diperlukan utk membuat visi dan rencana strategis yg memuat unsur2 dari 4 manajemen tersebut

entrepneurship
jiwa kewirausahaan diperlukan utk membuat organisasi yg kuat,karena indiidu didalamnya yg berjiwa kewirausahaan dan berpengaruh pada budaya dan jiwa organisasi


masih banyak lg sebenarnya fungsi-fungsi yg relevan dan dapat dikupas, segini saja yg terpenting dalam sebuah organisasi.



"economicsfornoneconomics"
rianhafizblog2008