Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2009

“economicsfornoneconomics”in trade market as a culture

“economicsfornoneconomics”in trade market as a culture

Pasar, apa yang kalian ketahui tentang pasar? Apakah pasar hanya sekedar tempat bertmunya penjual dan pembeli, dimana demand dan supply bertemu dan membentuk titik equilibrium. sebuah kata pasar dapat menjadi lebih kompleks dari yang seharusnya. Dimana sebuah konsep pasar itu sendirilah yang menjadi dasar teori marketing. Tapi yang saya bahas disini bukanlah sebuah pasar dari segi marketing dan ekonomi, karena sudah jelas atahanya kalau membahas pasar dari perspektif ilmu marketing dan ekonomi. Yang saya bahas disini adalah pasar dan budaya manusia.

“kalau mau beli elektronik di glodok aja, murah-murah tuh!”
“kalau mau beli kain di pasar baru aja ama org india disana”
“kalau mau beli produk pakaian jadi di tenabang aja, grosir terbesar”
“kalau mau beli saham ya di bursa efek”
Benarkah pertanyaan yang ada disini?

Apabila kita berbicara mengenai pasar local, sudah terbayang pasar yang becek bau dan kotor. Ya itulah potret pasar tradisional kita yang terkesan semrawut dan tidak ada aturannya. Namun pasar-pasar tersebut memberikan sebuah gambaran mengenai budaya. Sebuah stereotype yg lazim misalanya adalah pasar-pasar yang ada biasanya merpresentasikan etnis atau suku yg banyak terdapat didalamnya. Jadi terdapat stereotype yang berkembang di masyarakat mengenai pasar tradisional yang identik dengan budaya tertentu. Para penjual yang anda temui di pasar senen, glodok, pasar baru pasti berbeda dari asal dan cara mereka menjual barang, Sebuah fenomena menarik. Dan dalam konteks ini pun sebuah pasar tradisional mempunyai positioning mereka sendiri. Dari segi jumlah barang terdapat pasar retail dan grosir. Dan yang lebih spesifik lagi adalah setiap pasar mempunyai komoditas utama yang menjadi andalan. Dengan target market yang spesifik, sebuah pasar tetap dapat menjadi pilihan bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, pergeseran budaya dan pola pikir masayarakat mengantarkan pada perubahan kearah pasar modern

Pasar modern dengan berbagai skala usaha diklasifikasikan dari minimarket, supermarket, dan hypermarket. Pasar modern ini sudah mulai banyak menjamur di sini sebagai subtitusi dari pasar tradisional. Namun di pasar modern ini, budaya itu hilang yang ada hanyalah sebuah tempat dimana konsumen membutuhkan barang dan mereka menyediakan, sudah tidak ada lagi interaksi positif yang dibangun. Tapi kabar baiknya adalah pasar modern ini konsumen dapat memilih barang yang mereka mau dengan bebasa dan tidak perlu repot menawar harga yang ada, sekalai lagi tidak ada interaksi harmonis antara penjual dan pembeli. Pasar modern ini di Indonesia sendiri sebagai Negara berkembang menjadi sebuah kontroversi karena dianggap mematikan potensi pasar tradisional.

Lebih luas lagi apabila kita berbicara pasar global, Negara di dunia masih bergantung kepada Negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya maupun untuk menjual hasil produksi ke Negara lain, yang terjadi adalah simbiosis yang saling menguntungkan antar Negara. Maraknya ekspor dan impor membuat interaksi global terjadi dengan begitu cepat pada masa sekrang ini, apalagi dengan fasilitas internet yang membuat sgalanya lebih mudah dan efisien. Yang perlu diperhtikan dalam pasar global ini adalah perbedaan budaya yang jelas membuat gap antara penjual dan pembeli, sehingga masing-masing harus mengakomodir perbedaan tersebut, dan satu masalah yang sering terjadi adalah penipuan.

Zaman terus berkembang, manusia terus berpikir untuk maju, budaya berkembang dan implikasinya dapat dilihat dari sebuah pasar. Dari zaman pedagang-pedagang arab, china dan eropa yang mengarungi bumi untuk menjual komoditas mereka, sampai sekarang zaman perdagangan bebas dimana pedagang sudah tidak perlu bertemu langsung dengan konsumen hanya dengan internet dan terjadilah transaksi. Kompetisi yang ketat di pasar global dapat menjadi sebuah peluang besar bagi siapapun yang berhasil mengeksploitasinya.
“think and act glocally”




http://economicsfornoneconomics.co.cc/
Rianhafizblog2009

Rabu, 10 Desember 2008

"economicsfornoneconomics" in fungsi manajemen dalam organisasi profit or non-profit

fungsi manajemen dalam organisasi profit or non-profit

dalam sebuah organisasi baik non profit maupun profit oriented, terdapat sebuah struktur dari organisasi tersebut yg membentuk sebuah sistem yg unik di dalam setiap organisasi
struktur dan visi dari organisasi tersebut dapat merepresentasikan budaya yang dibentuk (corporate culture) dan mempunyai berbagi fungsi-fungsi penting dalam kehidupan organisasi
sebuah profit oriented organization pada khususnya yang di bahas disini namun tetap relevan dgn non profit organization
betapa pentingnya fungsi manajemen diterapkan di organisasi, yang membuat sebuah acuan tehadap visi dan rencana-rencana strategis yg dibuat perusahaan
fungsi manjemen itu adalah manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen operasi, manajemen strategis (top level), entrepeneurship


manajemen pemasaran
komunikasi dan kreativitas disini sangat penting dalam menentukan marketing plan sebuah organisasi,,dalam perjalanannya tidak ada organisasi non profit yg dapat survive tanpa sponsor atupun donasi,,dan disinilah peran marketing dijalankan, dan pada organisasi profit marketing merupakan ujung tombak,karena marketer yg mempunyai akses langsung thd konsumen dan bertenggung jawab terhadap image perusahaan

manajemen sumber daya manusia
HR merupakan fungsional manajemen yg sedang berkembang pesat, sebuah organisasi arus menmpatkan sistem dari HR yg jelas, karena tanpa ada sumber daya manusia yg loyal dan kompeten sebuah organisasi dapat lumpuh dalam sekejap

manajemen keuangan
kebijakan finansial dapat meliputi banyak hal, sebuah organisasi harus dapat menerapkan strategi yg terukur mengenai finansial, karena finance adalah jantung dari organisasi yg terus membuat hidup, dan karena itulah kebanyakn masalah dari suatu organisasi adalah dari segi finansial karena berkaitan langsung dengan human interest factor

manajeman operasi
operasional organisasi umumnya berbeda-beda dan unik karena sangat tergantung dengan fokus maupun bidang usaha yg dijalankan,,baik jasa maupun produksi sistem operasi yg tepat dapat mengedepankan prisip efektif dan efisien


namun semua itu belum cukup karena masih harus ditopang oleh

Leadership
semua fungsional ini harus bekerja dan bekolaborasi satu sama, tanpa adanya leader yg kuat semuanya akan berjalan sendiri-sendiri dan membuat organisasi menjadi pecah, leader yg menyatukan semua

manajemen strategis
dalam level top management atau organisasi yg baru dibentuk, manajemen strategis diperlukan utk membuat visi dan rencana strategis yg memuat unsur2 dari 4 manajemen tersebut

entrepneurship
jiwa kewirausahaan diperlukan utk membuat organisasi yg kuat,karena indiidu didalamnya yg berjiwa kewirausahaan dan berpengaruh pada budaya dan jiwa organisasi


masih banyak lg sebenarnya fungsi-fungsi yg relevan dan dapat dikupas, segini saja yg terpenting dalam sebuah organisasi.



"economicsfornoneconomics"
rianhafizblog2008

Selasa, 25 November 2008

"economicsfornoneconomics"in the world is flat

"economicsfornoneconomics"in the world is flat
a perspective


dunia itu bulat atau datar, bumi itu bulat atau datar
pada saat ini berdasarkan logika, Bumi adalah planet yg berbentuk bulat seperti bola
namun apakah dunia itu juga bulat? lihat perbedaan kata-kata antara bumi dan dunia
bumi adalah planet sedangkan dunia adalah tempat kita tinggal di bumi inilah logika yang dapat dibuat


dunia menjadi datar hanyalah sebagai gagasan bahwa values yang anda komunikasikan kepada dunia yang tak berbatas
dalam level corporate, efisiensi menjadi juru bicara disini, perusahaan yang tidak efisien akan tergerus dengan sendirinya, lihat saja GM (general motor) perusahaan yang diambang kebangkrutan karena dampak krisis global,,salah satu contoh perusahaan raksasa yang penerapan efisiensi yang masih lemah
efisiensi dilakukan berbagai perusahaan kompetitif di dunia, dengan cara melakukan produksi di negara yang murah maupun tenaga kerja murah, contoh perusahaan call center di amerika, menggunakan outsourcing call center ke India, bayangkan anda di amerika menelpon call center (misal at & t) ternyata anda menelpon ke India, diterima dengan logat amerika padahal itu adalah org india
dan yang pasti adalah Values delivering ala general marketing dapat dilakukan dengan mudah, marketing tanpa batasan dan membuat marketer perusahaan harus lebih kretif dalam memanfaatkan internet maupun community yang ada.

berbagai komunitas dibuat oleh perusahaan sebagai salah satu metode yang dianggap efektif, dan yang terpenting dalam era ini adalah bagaimana sebuah perusahaan ikut melibatkan konsumen dalam produk maupun kegiatan perusahaan.


jadi untuk usaha kecil menengah sebuah konsep FLAT WORLD dapat menjadi peluang besar maupun ancaman besar, tergantung dari kemampuan perusahaan tersebut untuk beradapatasi thd perubahan

apa yang dapat dilakukan perusahaan kecil dalam menghadapinya :
1. adapting to change
2. memanfaatkan komunitas sebagai tools marketing
3. memaksimalkan e-commerce
4. involving customer into ur business
5. efisien
6. sistem internal perusahaan fleksibel
7. just do it




inspired by Thomas L Friedman, Setianto P Santosa, Bob Sadino, Hermawan Kertajaya, Hendra Kartasasmita & koh Purnomo


"economicsfornoneconomics"
rianhafiz2008
http://economicsfornoneconomics.blogspot.com/
http://rianhafiz.wordpress.com